Setelah dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah langsung bergerak cepat dalam rangka membangun Aceh

Setelah dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah langsung bergerak cepat dalam rangka membangun Aceh

Banda aceh – Setelah dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah langsung bergerak cepat untuk melakukan berbagai keperluan dalam rangka membangun Aceh seraya serius.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian penting Bustami Hamzah untuk diselesaikan segera. Diantaranya, persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut dan pembangunan proyek strategis nasional yang ada di Aceh.

Pada Jumat 19 April 2024, Pj Gubernur Aceh itu kembali mengajak para tokoh masyarakat Aceh yang berdomisili di Sumatera Utara agar mendukung suksesnya PON ke-21 Aceh-Sumut.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan perhatian dari seluruh yang hadir pada kesempatan ini, mengingat ke depan Aceh akan melaksanakan salah satu agenda nasional, yaitu PON Aceh-Sumut tahun 2024,” kata Bustami.

Hal itu disampaikan orang nomor satu Aceh itu dalam acara Halal Bi Halal yang digelar masyarakat Aceh di Medan, di Gedung Aceh Sepakat Medan, Jumat malam 19 April 2024.

Selain tokoh Aceh di Medan, kegiatan Halal bi halal itu turut dihadiri Pj Gubernur Sumatera Utara, Hassanuddin. Hadir juga sejumlah pejabat di Aceh, diantaranya, Ketua Partai Aceh H. Muzakir Manaf, Ketua DPRA Zulfadhli, Wali Kota Subulussalam Affan Alfian, Plh Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas, serta sejumlah anggota DPRA dan kepala SKPA.

Dalam kesempatan itu, Bustami dan isteri yang juga Pj Ketua PKK Aceh, Mellani Subarni, disambut prosesi dipeusijuek, sebagai bentuk tanda syukur atas pelantikannya sebagai Pj Gubernur. Prosesi peusijuek itu dilakukan Imam Masjid Raya Aceh Sepakat Abdullah Jamil, Ketua Umum Aceh Sepakat, Mukhtar dan Ketua Majelis Adat Aceh perwakilan Sumut, Bustami Usman.

Bustami sangat bersyukur dan berterima kasih karena bisa bertemu, berkumpul dan bersilaturrahmi dengan seluruh masyarakat Aceh yang berada di Kota Medan dan sekitarnya.

Bustami mengatakan, sejatinya Halal Bi Halal setidaknya memberikan 4 arti penting, yaitu mempererat silaturrahmi, membangun kebersamaan, meningkatkan solidaritas, dan menjaga keharmonisan.

“Alhamdulillah, dengan kebersamaan pula, setelah dilantik sebagai Penjabat Gubernur Aceh oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Muhammad Tito Karnavian pada 13 Maret 2024 yang lalu di Jakarta, kami segera menuntaskan beberapa agenda yang tertunda
bersama dengan Ketua dan seluruh Anggota DPR Aceh seperti penyelesaian APBA,” kata Bustami.

Bahkan, kata Bustami, proyek pembangunan jalan tol Lhokseumawe
– Sigli dan Lhokseumawe – Langsa yang sempat dicoret sebagai Proyek Strategis Nasional, kini proyek tersebut telah kembali masuk dalam PSN.

“Oleh karenanya, kita harus menyadari bahwa silaturrahmi merupakan kunci, karena hidup tidak bisa berjalan sendiri. Maka kerja sama yang kolaboratif dari semua unsur menjadi penting, dan memiliki implikasi bagi kita, untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan tidak ringan, dalam setiap nafas kehidupan,” kata Bustami.

Ketua Umum DPP Aceh Sepakat, Mukhtar, mengajak seluruh masyarakat Aceh di Sumatera Utara untuk mendukung Pj Gubernur Aceh Bustami dalam menjalankan tugasnya memimpin Aceh.

“Aceh tidak sederhana, tapi kami yakin dengan berbagai track record beliau bisa menjalaninya,” kata Mukhtar.

Mukhtar mengatakan, acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah diskusi agar semua pihak berpikir untuk kemajuan Aceh. “Kita tahu bagaimana narkoba, kemiskinan dan stunting di Aceh, ini adalah masalah yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Mukhtar mengatakan, ada sekitar 500 ribu masyarakat Aceh yang terdaftar berdomisili di Sumatera Utara. Sementara jika dihitung dengan mereka yang tak terdaftar, jumlah masyarakat Aceh di Sumatra Utara mencapai satu juta orang.

“Kami juga meminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk mendukung masyarakat Aceh di Sumut, orang Aceh siap menumbuh kembangkan ekonomi Sumut,” ungkap Mukhtar.