Dinas Pendidikan Banda Aceh Larang Pelajar Main Latto-latto di Sekolah

Dinas Pendidikan Banda Aceh Larang Pelajar Main Latto-latto di Sekolah

 

BANDA ACEH |Nasionalmerdeka.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan membawa dan bermain latto-latto dilingkungan satuan pendidikan.

Larangan tersebut dikeluarkan sehubungan dengan maraknya permainan latto-latto yang disinyalir mengganggu kondusifitas lingkungan satuan pendidikan dalam proses pembelajaran dan tingkat bahaya dari bahan yang digunakan.

Surat edaran yang diterbitkan dengan nomor surat 426.1/A4/006 memuat poin-poin yakni, melarang seluruh peserta didik membawa dan bermain latto-latto di lingkungan satuan pendidikan, menyampaikan surat edaran kepada orang tua atau wali agar tidak memfasilitasi anak mereka untuk membawa dan bermain lato-lato di lingkungan satuan pendidikan.

Kemudian melaksanakan sosialisasi melalui berbagai media sosial tentang bahaya dari permainan latto-latto jika tidak dalam pengawasan orang dewasa atau professional, diharapkan kepada Kepala Satuan Pendidikan dapat melaksanakan instruksi ini secara arif dan bijaksana.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa secara garis besar pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang kewajiban setiap sekolah membuat lingkungan satuan pendidikan yang kondusif, nyaman, tertib, dan terhindar dari kondisi yang membahayakan peserta didik.

“Jadi kami menilai permainan latto-latto tersebut dengan bunyinya dan tingkat keamanannya cukup mengganggu kondusivitas lingkungan sekolah dalam pembelajaran dan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang membahayakan bagi peserta didik akibat permainan tersebut,” katanya, Rabu (11/1).

Lanjutnya, surat edaran tersebut berlaku untuk semua sekolah jenjang, mulai taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah pertama (SMP) Kota Banda Aceh.

“Agar anak-anak tidak bermain latto-latto solusi yang ditawarkan memanfaatkan waktu luang dengan permainan-permainan yang bermanfaat dengan pendidikan seperti program literasi dan numerasi sekolah,” pungkasnya.(FBY)