Soft Launching KPT STM Hulu        Bupati: Pertanian Maju dan Modern Wujudkan Deli Serdang yang Maju dan Sejahtera

Soft Launching KPT STM Hulu Bupati: Pertanian Maju dan Modern Wujudkan Deli Serdang yang Maju dan Sejahtera

Deli Serdang|Nasionalmerdeka.com –

Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan menghadiri Soft Launching Kemitraan Closed Loop Hortikultura di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Desa Liang Pematang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (3/11/2022).

Di acara itu, Bupati menjelaskan Kecamatan STM Hulu merupakan daerah pertanian. Potensi yang ada tersebut berpeluang akan meningkat kesejahteraan warga sekitar, dan Kabupaten Deli Serdang pada umumnya.

Menurut Bupati, luas dan topografi Kecamatan STM Hulu sudah selayaknya dijadikan KPT untuk pertanian, perikanan dan peternakan serta pariwisata dalam mendukung kesejahteraan warga. Dengan program KPT 1.500 hektare (Ha) antar desa terintegrasi akan memberi manfaat untuk masyarakat.

“Dengan konsep closed loop dengan berbasis digital, saya harap bisa bersaing harga. Saya yakin kita dapat mewujudkan pertanian maju dan modern, sehingga visi dan misi Kabupaten Deli Serdang yang maju dan sejahtera dapat terwujud,” tutur Bupati.

Sementara itu, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Agribisnis Holtikultura Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menjelaskan konsep closed loop merupakan model kemitraan agribisnis hulu sampai hilir yang dikembangkan dalam ekosistem berbasis digital, teknik budi daya Good Agricultural Practices, sistem logistik yang baik, serta jaminan pasar dan harga yang bersaing oleh off taker.

Program kemitraan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan proses budi daya dan kepastian akses pasar.

“KPT di STM Hulu ini akan dimajukan menjadi 1.500 hektare. Kami programkan closed loop dua tahun lalu di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) dan di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru menunjukkan hasil. Model gotong royong dengan timnya adalah benar menjadi gotong royong yang tumbuh luar biasa dari masyarakat. Bersatu dalam keberagaman dalam mendukung program KPT,” kata Yuli.

Menurutnya, soft launching itu tidak akan berhenti di bidang hortikultura, namun akan berlanjut ke peternakan, perikanan dan pariwisata.

Dua tahun lalu, jelasnya, saat panen Klengkeng keinginan masyarakat tidak dari pusat idenya, namun ide langsung dari masyarakat. Diyakininya program itu akan berjalan baik ke depan.

“Bantuan dan dukungan dari Bupati serta para dinas sangat luar biasa yang sudah sangat komitmen, ketika membangun kawasan kolaborasi dari pusat. Hortikultura sub sektor menjadi andalan, sebab dalam pandemi pertanian tumbuh positif. Catatan hortikultura lebih tinggi pertumbuhannya,” bebernya.

Dikatakannya, usai soft launching tersebut, dia akan melaporkan ke atasan termasuk ke Menko Perekonomian RI. Diharapkan, tahun depan akan melakukan ground launching setelah menerima masterplan dari para inisiator.

“Para inisiator dan petani, mari semangat terus dan janji kami akan mendorong ide Bapak/Ibu menjadi program nasional. Memang benar, banyak pekerjaan rumah kita. Dan kita koordinasikan, mulai infrastruktur, sertifikasi lahan, kelembagaan petani kita dan akan kordinasi ke kementerian terkait,” janjinya.

Sedangkan inisiator KPT, M Zein Ginting berharap program 1.500 hektare (ha) KPT Deli Serdang tersebut bisa menjadi program nasional. “Keinginan masyarakat STM Hulu ini untuk terus berbuat baik, sudah dimulai Bapak Jani Ginting, yang awalnya hanya menanam karet dan sawit. Kini sudah merubah tanam buah-buahan dan sudah dilakukan 18 tahun dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata Zein Ginting.

Dan kini, sebutnya, daerah STM Hulu menjadi sentra Salak. Sehingga tidak perlu lagi mengimpor dari Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan dari Pulau Jawa lainnya.

“Dulunya, petani menanam sawit 1 hektare akan menghasilkan 2 ton per bulan dan akan mendapat hasil Rp3 juta per hektare per bulan dengan rata-rata Rp1.500 per kg. Rata-rata petani di sini yang sudah produktif menanam Salak dengan total luas hingga 350 hektare. Seorang petani Salak di sini per bulannya mendapatkan hasil 2 ton dengan harga Rp6.000 per kg, maka perbulan akan mendapat Rp12 juta. Jika dibandingkan menama sawit, maka selisih pendapatannya sebesar Rp9 juta per bulan,” terang Ginting.

Hadir pula pada soft launching tersebut, Wabup Sergai H Adlin Tambunan, perwakilan Pemkab Karo dan Simalungun.

Turut mendampingi Bupati, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Putra Jaya Manalu SE MM; Staf Ahli SDM, Drs David Efrata Tarigan MSP; Kadis SDABMBK, Janso Sipahutar ST MT, Kadis Cikataru Rachmadsyah ST; Kadis Pertanian Rahman Saleh Dongoran SP MSi; Kepala Bappedalitbang, Dr Ir Remus H Pardede MSi, Kadis Kominfostan, Dr dra Hj Miska Gewasari MM; Kadis Budporapar, H Khoirum Rijal ST, dan lainnya.( Rahmadi Saputra )